Setelah resmi dibuka kembali pada Maret 2025, Stadion Kanjuruhan tak hanya menjadi rumah bagi Arema FC, tetapi juga menjadi penanda arah baru pertumbuhan kawasan selatan Malang. Bukan hanya dalam hal olahraga, tapi juga dalam sektor perumahan, gaya hidup, dan investasi properti Malang.
Di tengah bangkitnya aktivitas warga, geliat kawasan sekitar stadion mulai terlihat nyata. Jalan utama kembali ramai, jogging track di sekitar stadion tak pernah sepi, dan warung-warung kecil bermunculan. Kawasan ini perlahan tapi pasti mulai hidup kembali sebagai kawasan hunian Malang yang potensial.
Kami berbincang dengan Yudi, seorang pengamat properti lokal sekaligus pendiri dari komunitas agen properti L2PRO (Lapak Lokal Properti) yang telah lebih dari 10 tahun mengamati perkembangan pasar hunian di Malang langsung dari lapangan.
“Stadion Kanjuruhan itu sekarang kayak kompas baru buat properti di selatan Malang,” ujar Yudi.
Menurutnya, kehidupan yang kembali tumbuh di sekitar stadion menjadi sinyal kuat bahwa kawasan ini punya potensi besar sebagai zona hunian masa depan, terutama bagi keluarga muda yang cari rumah di Malang dengan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.
Kepulangan Arema ke Kanjuruhan disambut dengan antusiasme tinggi. Suporter tumpah ruah, jalan-jalan dipenuhi aktivitas warga, dan ekonomi kecil ikut bergerak. Namun bagi Yudi, efeknya bukan sekadar soal ramai saat pertandingan.
“Ramainya stadion bikin orang makin kenal kawasan ini. Dari situ, persepsi berubah—dulu dianggap jauh, sekarang malah jadi kawasan strategis,” jelasnya.
Tren pencarian rumah kini berubah. Bukan lagi hanya soal dekat dengan mall atau pusat kota, tapi lebih pada bagaimana lingkungan mendukung gaya hidup sehat dan aktif. Kawasan ini pun makin dianggap sebagai salah satu rekomendasi hunian Malang yang menarik.
“Sekarang banyak pasangan muda atau keluarga yang cari tempat tinggal yang tenang, bisa jogging, anak bisa main sepeda. Di sekitar stadion, itu semua mulai bisa ditemukan,” kata Yudi.
Salah satu faktor penting lainnya adalah akses jalan utama yang semakin baik. Meskipun proyek Tol Malang–Kepanjen masih dalam tahap pembangunan, geliatnya sudah terasa. Jalan raya yang menghubungkan stadion dengan kota kini lebih lebar dan lancar. Dengan koneksi yang makin terbuka, kawasan ini terasa lebih dekat dan mulai dilirik sebagai tempat tinggal yang layak dan strategis.
Tak hanya itu, rencana pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Malang ke Kepanjen turut mempercepat geliat kawasan ini. Pemerintah mulai membenahi infrastruktur, layanan pendidikan dan kesehatan diperluas, dan kawasan yang dulunya sepi kini mulai masuk radar developer properti Malang.
“Banyak pengembang kecil sampai menengah mulai cari lahan di antara stadion dan Kepanjen. Mereka tahu, pergerakan ini nggak akan lama lagi,” jelas Yudi.
Setiap akhir pekan, suasana di sekitar Stadion Kanjuruhan berubah total. Tak lagi hanya identik dengan pertandingan sepak bola, kawasan ini kini menjelma menjadi ruang publik terbuka yang hidup—tempat orang-orang datang bukan hanya untuk menonton, tapi juga berinteraksi dan menikmati kota.
Warga Malang berkumpul sejak pagi. Ada yang jogging, ada yang sekadar duduk di bangku taman sambil menikmati kopi. Anak-anak bermain sepeda, ibu-ibu membuka lapak minuman, dan komunitas lokal rutin mengadakan kegiatan seperti senam bersama atau bazar kecil.
Yang menarik, semakin banyak bermunculan kafe bernuansa industrial, hidden coffee shop, hingga rumah makan keluarga yang menyatu dengan suasana kawasan. Dari warung soto pagi hari hingga resto kekinian berkonsep terbuka di malam hari—semuanya menambah daya tarik sosial dan estetika lingkungan.
Suasana yang dulunya lengang, kini perlahan berubah jadi pusat aktivitas warga. Dan di balik ramainya akhir pekan itu, terbentuk pola baru yaitu orang mulai tinggal, bukan sekadar mampir.
Berdasarkan riset lapangan dan data dari Property Market Radar Malang (Q2 2025) berikut tren yang mulai mencuat:
- Harga rumah di sekitar Kanjuruhan naik 10–15% sejak awal 2025
- Munculnya rumah cluster dan hunian harga 300 jutaan
- Peningkatan permintaan kos dan sewa jangka pendek
- Developer aktif mencari lahan di jalur stadion – kota
- Kawasan mendukung gaya hidup sehat, sosial, dan aktif
Renovasi Stadion Kanjuruhan telah membawa dampak besar—lebih dari sekadar pertandingan bola. Ia menjadi pemicu terbentuknya ekosistem baru: warga yang hidup lebih aktif, ruang publik yang lebih dinamis, dan kawasan yang semakin terhubung.
“Yang pertama gerak, biasanya yang paling untung,” tutup Yudi, yang kini masih aktif membangun komunitas L2PRO.
Dan bisa jadi, dari tempat yang dulu dianggap terlalu jauh, justru cerita rumah ideal sedang dimulai hari ini. Termasuk bagi mereka yang mencari informasi rumah dijual Malang dengan nilai tumbuh jangka panjang.
Malangkota.com – Media Properti & Gaya Hidup Urban. Tumbuh Bersama Kota. Dekat dengan Warga.
Malangkota