Kedungkandang perlahan lepas dari bayang-bayang sebagai “wilayah alternatif” di Kota Malang. Kawasan yang dulunya dikenal tenang dan sederhana ini, kini tengah berbenah menuju identitas baru: hunian keluarga modern yang menyatu dengan ruang wisata, alam, dan gaya hidup sehat.
Transformasi ini ditandai dengan hadirnya Farmtopia, proyek kolaborasi antara CitraGarden Malang dan Dairyland, yang diumumkan resmi pada 1 Juli 2025. Proyek ini tidak sekadar menambahkan fasilitas rekreasi, tapi membuka babak baru bagi peta investasi di sisi timur kota.
Darsono dan Momentum Farmtopia
Di balik langkah strategis ini, hadir sosok baru yang kini mengarahkan strategi komunikasi proyek: Darsono, Manager Marketing CitraGarden Malang. Pengalamannya menangani berbagai proyek berskala nasional di Agung Podomoro Group membentuk pendekatan visioner dalam membangun kawasan, bukan hanya menjual rumah.
“Kami tidak hanya jual rumah. Kami bangun cara hidup. Farmtopia bukan gimmick, tapi bagian dari ekosistem yang kami rancang sejak awal,” ujar Darsono saat diwawancarai oleh tim Malangkota.com.
Menurutnya, pengumuman Farmtopia menjadi titik penting dalam memperkenalkan ulang CitraGarden kepada publik. “Momentum seperti ini tidak datang dua kali. Saat kawasan mulai dipandang sebagai tempat tinggal yang terintegrasi dengan gaya hidup dan fasilitas keluarga, daya tariknya akan tumbuh secara alami,” tambahnya.
Dengan strategi baru ini, Darsono ingin menempatkan CitraGarden sebagai pelopor kawasan hidup—bukan sekadar proyek perumahan, tapi sebagai simbol arah baru pertumbuhan kota di timur Malang.
Sinergi Hunian dan Wisata Keluarga
Farmtopia akan dibangun di atas lahan seluas 5,5 hektare di dalam kawasan CitraGarden Malang. Dirancang sebagai destinasi wisata edukatif keluarga, proyek ini menggabungkan konsep petting zoo, mega playground, selfie park, pusat kuliner, hingga toko ritel keluarga.
Kehadiran Dairyland melalui Farmtopia diyakini membawa nilai tambah bagi CitraGarden Malang, yang sebelumnya sudah unggul dalam hal ruang terbuka hijau, fasilitas EcoPark dan EcoClub. Kolaborasi ini memadukan dua kekuatan: pengembangan kawasan hunian berkelanjutan dan daya tarik wisata keluarga yang terbukti sukses di destinasi lain seperti Prigen dan Yogyakarta.
Kedungkandang dalam Peta Baru Investasi
Selama ini, Kedungkandang kerap dianggap hanya sebagai wilayah cadangan—jauh dari pusat, kurang berkembang. Namun kini, kawasan ini menunjukkan percepatan signifikan. Pintu tol baru yang menghubungkan Malang ke berbagai penjuru sudah beroperasi, akses ke pusat kota membaik, dan sejumlah fasilitas publik mulai bermunculan.
Hadirnya proyek Farmtopia memperkuat transformasi tersebut. Proyek ini bukan hanya destinasi wisata, tapi menjadi katalis yang menggerakkan dinamika ekonomi dan properti di kawasan timur Malang.
“Harga mungkin belum melonjak tajam, tapi trennya naik. Yang terpenting, persepsi orang terhadap Kedungkandang mulai berubah. Itu yang jadi katalis utama pertumbuhan,” ungkap Darsono.
Magnet Baru: Investasi yang Bernapas Alam
Farmtopia tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari konsep kawasan hidup yang ditawarkan CitraGarden Malang—menggabungkan wisata, ruang hijau, dan hunian keluarga. Di dalamnya, terdapat EcoClub, EcoPark, dan berbagai fasilitas yang mendukung pola hidup sehat dan terintegrasi.
“Orang tidak hanya beli rumah. Mereka beli pengalaman, lingkungan, dan gaya hidup,” lanjut Darsono. “Farmtopia menjawab kebutuhan itu secara menyeluruh.”
Ini Baru Awal
Meski baru akan dibuka penuh pada pertengahan 2027, Farmtopia sudah membawa dampak strategis terhadap pengembangan kawasan. Permintaan hunian mulai naik, minat konsumen mulai bergeser ke timur, dan Kedungkandang tak lagi dipandang sebelah mata.
“Kedungkandang akan jadi halaman depan baru Kota Malang. Kami tidak sedang membangun proyek, tapi membantu membentuk wajah baru kota ini,” tutup Darsono.
Malangkota