MALANG KOTA-DUNIA kian membutuhkan pasokan energi besar dan teknologi ramah lingkungan. Menggabungkan spirit itu, sekelompok mahasiswa dari Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan angin segar lewat temuan inovatif mereka. Dipimpin oleh Viona Lidya HaryatiPutri, tim peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ini berhasil mengembangkan superkapasitor berbasis material komposit yang lebih efisien dan berdaya guna tinggi.
Penelitian itu dilakukan sepanjang 2023. Lokasinya di Laboratorium Sentral Mineral dan Material Maju, FMIPA UM. Tujuan para mahasiswa itu sederhana namun penting: meningkatkan performa superkapasitor sebagai media penyimpanan energi yang lebih tangguh.
Superkapasitor sendiri merupakan perangkat yang mampu menyimpan dan melepaskan energi dengan cepat, serta memiliki umur pakai lebih panjang dibandingkan baterai konvensional.
Inovasi utama yang diangkat dalam penelitian itu adalah pemanfaatan material gabungan aktif karbon (AC) dan polianilin (PANi). Selama ini, superkapasitor komersial banyak mengandalkan karbon aktif karena murah dan tersedia luas. Namun, kekurangannya terletak pada kepadatan energi yang rendah. Di sinilah PANi, sejenis polimer konduktif, hadir sebagai solusi.
Polianilin dipilih karena sifatnya yang konduktif, stabil secara kimia, dan relatif mudah diproduksi. Ketika dikombinasikan dengan karbon aktif, hasilnya adalah elektrodasuperkapasitor berbasis komposit AC/PANi yang lebih unggul dalam menyimpan energi.
Penelitian itu menggunakan beberapa variasi rasio komposit, namun kombinasi 20% AC dan 80% PANi menunjukkan performa terbaik dengan kapasitansi spesifik mencapai 8 F/g.
Metode pengujiannya pun tidak main-main. Mulai spektroskopi inframerah (FTIR), difraksisinar-X (XRD), hingga uji performa elektrokimia seperti Galvanostatic Charge-Discharge (GCD), Cyclic Voltammetry (CV), dan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). Semua itu dilakukan untuk memastikan bahwa superkapasitor hasil racikan tim ini benar-benar bekerja optimal.
Produk akhirnya berbentuk coin cell, yaitu jenis superkapasitor berukuran mungil yang sering digunakan untuk perangkat elektronik portabel. Dibandingkan bentuk lain seperti pouch cell atau silinder, coin cell dipilih karena lebih ringkas, efisien, dan mudah diproduksi.
Manfaat penelitian itu tentu tidak hanya berhenti di laboratorium. Potensi aplikasinya sangat luas. Mulai alat elektronik sehari-hari, sistem cadangan daya, hingga kendaraan listrik. Dengan kata lain, teknologi tersebut bisa menjadi solusi nyata dalam mendukung transisi energi bersih di masa depan.
Tak hanya menghasilkan produk inovatif, penelitian ini juga telah membuahkan luaran ilmiah. Artikel hasil studi mereka telah dipresentasikan di konferensi internasional International Conference on Chemistry and Material Science (IC2MS) 2023. Selain itu, tim juga telah mengajukan hak kekayaan intelektual (HKI) atas temuan mereka dan merampungkan berbagai media publikasi seperti poster ilmiah.
Dengan semangat riset dan inovasi dari kalangan mahasiswa, penelitian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi terhadap dunia energi tidak harus menunggu gelar doktor atau pendanaan besar. Cukup dengan keberanian untuk mencoba, kemauan untuk belajar, dan ketekunan dalam bereksperimen, masa depan energi yang lebih hijau bisa dimulai dari ruang-ruang kampus.
Semoga saja temuan dari Universitas Negeri Malang ini menjadi batu loncatan bagi pengembangan teknologi penyimpanan energi yang lebih murah, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia dan dunia. (*)
UMAGAZINE.ID
Malangkota