Puthu Lanang: Menjaga Tradisi Manis dari Sudut Celaket.
Setiap kepulan uap yang keluar dari bilah bambu di persimpangan Celaket membawa ingatan kita kembali ke tahun 1935. Puthu Lanang Celaket bukan sekadar jajanan pasar biasa, melainkan ikon kuliner yang telah bertahan melintasi zaman di jantung Kota Malang.
Keistimewaan Puthu Lanang terletak pada kesetiaannya menjaga resep asli selama puluhan tahun. Campuran tepung beras yang dikukus dengan uap panas dari kayu bakar menghasilkan tekstur yang lembut sekaligus padat, berpadu sempurna dengan lelehan gula merah cair yang berkualitas tinggi di dalamnya.
Taburan kelapa parut segar memberikan sentuhan rasa gurih yang menyeimbangkan rasa manis yang pekat. Selain kue puthu, kedai ini juga menyajikan varian kudapan tradisional lain seperti lupis, cenil, dan klepon yang semuanya disiram dengan juruh (saus gula merah) kental yang sangat legendaris.
Meskipun kini Kota Malang dipenuhi dengan kafe kekinian, antrean di Puthu Lanang tidak pernah sepi. Wisatawan dan warga lokal rela menunggu demi merasakan kehangatan jajanan yang baru saja keluar dari tungku pengukusan—sebuah bukti bahwa rasa otentik tidak akan pernah kehilangan penggemar.
KulinerMalang